Haduuhh... kerupuk ku melempem

Nasi sudah siap, lauk juga menggoda lidah. Rasanya kurang mantap tanpa kerupuk yang kriuk kriuk. Tapi apa daya kerupuk yang sudah ku siapkan sejak lama malah melempem

Sungguh menyedihkan. Tapi gimana lagi. Mungkin ini sudah menjadi suratan takdir. Hiks hiks hiks... 

Daripada berlarut dalam duka, lebih baik ku cari sebabnya.


Makan siang tanpa kerupuk bagai hidupku tanpa kamu, iya kamu... tak sempurna
Please, biarlah kerupuk saja yang melempem, kamu jangan

Kerupuk yang kita beli sebenarnya tidak muncul begitu saja, syim salabim abra kadabra. Akan tetapi melewati proses pembuatan yang tidak sederhana dan melibatkan para ahli, ahli kerupuk. hehe...

Setelah adonan dasar kerupuk yang terdiri dari tepung dan teman-temanya jadi, kerupuk mentah itu dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik sang mentari agar tidak ada air yang tersisa. Jika kerupuk mentah tersebut masih mengandung air, maka hampir dipastikan hasilnya liat dan tidak renyah. Bagian yang ditinggalkan air itulah akan menjadi rongga-rongga udara. 

Setelah kering betul, kerupuk tersebut digoreng di minyak panas agar mengembang dan air-air yang tersisa akan musnah. Hal ini menjadikan makin banyak rongga udara di dalamnya. Semakin banyak rongga udara maka kerupuk pun semakin renyah. 

Tapi apa daya, udara di sekitar kita lembab dan mengandung uap air. Saat kita biarkan kerupuk berada di udara terbuka, maka rongga tersebut akan menyerap uap air. Dan hasilnya, tidak lagi renyah. Secara tidak langsung, hal ini akan menyebabkan santap siang kita tidak lagi paripurna karena tidak adanya suara renyah dari kerupuk yang merekah. 

Jadi, letakkanlah kerupuk kita secara rapat di wadah yang tertutup. Selain dapat menghindarkan dari uap air, cara ini ampuh untuk menjaga kerupuk kita dari tangan-tangan jahil.

0 komentar:

Posting Komentar