Kok kabel bisa menghantarkan listrik ya?

Pernahkah kita membayangkan jika tidak ada listrik selama tiga hari saja? Apa yang akan terjadi? Lha wong tiga jam aja banyak yang marah-marah. Pemerintah dzolim lah, PLN ga becus lah, suami belum bayar listrik lah, ataupun lah-lah yang lainnya. Atau malah bersyukur karena kerjaan kosong sementara. Biasanya yang terakhir ini pegawai.

Kali ini saya tidak akan membahas pemerintah, PLN, keuangan di dunia rumah tangga atau pegawai yang bisa nyantai saat mati listrik. Tapi yang akan saya bahas masih berhubungan dengan listrik, yaitu kabel. Penting ga sih kabel ini? Penting banget. Lha PLN bisa membagi listrik ke daerah-daerah hinga ke rumah kita ya pake kabel, bukan pake wifi, apalagi pake santet. Kalaupun kabelnya rusak, masih bisa digunakan untuk jemuran baju kita.
Babi ngepet zaman old diawasi pake lilin, babi ngepet zaman now diawasi pake GPS karena sudah ada listrik dan kuota internet
Sumber: dokumen pribadi

Garam dan nanas

Seperti yang sudah saya janjikan pada tulisan sebelumnya, Nanas yang menggigit, kali ini saya akan membahas tentang garam dan nanas. Mengapa setelah dipotong, nanas akan ditaburi dengan garam? Apakah garam akan menambahkan luka pada nanas yang telah terpotong? Adakah hubungannya dengan enzim bromealin? Yuk kita simak penjelasan berikut ini.
Setelah motong nanas, biasanya akan ditaburi atau bahkan diolesi dengan garam. Kira-kira kenapa ya?

Nanas yang menggigit

If you eat pineapple, it will eat you back
“Jika kamu makan nanas, maka nanas itu akan makan kamu”

Mungkin itu yang kita rasakan saat makan nanas. Dengan warnanya yang khas, kuning menyala, nanas memang begitu menggoda untuk kita makan. Tapi sialnya, nanas akan langsung balas dendam setelah kita makan. Lidah kita rasanya seperti tidak nyaman. Nanas sepertinya menggigit lidah kita. Tapi, sebenarnya apa sih yang terjadi?
 Nanas, mengapa kamu menggigit lidahku saat ku makan? Apa salahku?

Intan dan Grafit

Di postingan sebelumnya, saya membahas tentang kekerasan. Berlian lah yang didapuk menjadi benda terkeras dengan skala mohs 10. Lalu apa hubungannya dengan intan? Sebenarnya intan berbeda dengan berlian. Intan adalah bahan mentahnya, sedangkan berlian sudah diolah melalui proses pemotongan atau sudah digosok sehingga sudah siap jual. Seharusnya saya tulis ini di postingan sebelumnya. Tapi tak apa-apalah. Hal ini menunjukkan saya masih manusia yang kadang salah dan lupa. Ok, kembali ke pembahasan.

Intan merupakan mineral yang tersusun dari karbon. Wah, akhirnya masuk bagian kimia juga. Hehehe... Karbon merupakan salah satu unsur yang biasanya disimbolkan dengan C. Sebenarnya, selain intan, ada benda lain juga yang tersusun dari karbon, yaitu grafit. Grafit merupakan polimorf dari intan karena memiliki penyusun yang sama, yakni karbon. Akan tetapi keduanya memiliki struktur kristal yang berbeda sehingga memiliki sifat yang berbeda [1]. 

Meskipun sama-sama tersusun dari karbon, intan (kiri) dan grafit (kanan) memiliki struktur yang berbeda. Meskipun sama-sama manusia, derajatnya pun bisa jauh berbeda