Avatar dalam teori penyusun alam semesta ala Aristoteles

Mungkin teori tersebut nampak aneh dah tidak masuk akal. Tapi sungguh, jika menilik sejarah panjang dunia filsafat dan sains, hal ini pernah terjadi.

Apa hubungannya Avatar dan Aristoteles? Selain berawalan A, keduanya memiliki kesamaan terkait unsur-unsur atau elemen penyusun segala materi di alam ini.
Apakah terdapat kesamaan empat elemen yang terdapat dalam film Avatar dan teori yang dikemukakan oleh Aristoteles?
sumber gambar: Avatar Aang dan Wikipedia

Apakah persamaan manisan dan Zamhari? sama-sama awet karena manis

Banyak yang bilang kalau saya awet muda. Bahkan banyak yang menganggap saya masih cocok dan layak untuk menjadi siswa SMA (selain muda, konon katanya ganteng dan imut). Sebenarnya ini merupakan hinaan ataukah pujian basa basi? Setelah saya melakukan riset sederhana (tentulah riset ini saya lakukan untuk mendukung hipotesis saya, hahaha.....), ternyata ini nyata adanya. Kok bisa ya? Hal ini terjadi karena saya manis.

Kok bisa yang manis itu awet? Buktinya manisan. Kok manisan bisa awet? Hemm.... Pertanyaan inilah yang akan kita bahas pada tulisan kali ini. (Baiklah, tulisan pembuka yang dengan jujur mengatakan bahwa saya awet muda bisa Anda abaikan).

Sejak zaman dahulu hingga sekarang, orang-orang bisa mengawetkan makanan (biasanya buah) dengan menambahkan gula dalam jumlah yang banyak. Hasilnya biasanya disebut manisan. Cara ini adalah cara alami yang aman dan tidak berbahaya sekaligus meningkatkan kualitas makanan (kecuali jika Anda menderita penyakit diabetes mellitus). Gula yang ditambahkan bisa menyerap air dikarenakan gula memiliki efek osmotik sehingga buah-buahan menjadi awet.
Terlalu manis, untuk dilupakan... kenangan yang indah bersamamu

Bom, berbahaya? Lha nuklir saja tidak berbahaya. Yang berbahaya itu orangnya


Sudah lama nian saya tidak nulis. Uteke lagi buntu.  Tapi kali ini saya tergelitik dengan isu yang sedang panas-panasnya di bumi Indonesia. Negara yang seharusnya damai. Tetapi, gara-gara orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan entah gimana pola pikirnya, edan dan ngebomi orang, Indonesia menjadi berduka. Saya miris atas itu semua dan jijik atas tindakan keji yang dilakukan para teroris itu. Tapi saya yakin, Indonesia jauh jauh lebih kuat. Tidak akan terkoyak dan terpecah belah oleh kasus ini.

Pokoke... Long live my family... Long live my country... (keliatan banget yang nulis kamtis family).

Ok. Biar tetap sinergi dengan visi misi blog ini. Saya perlu melihatnya dari sudut pandang sains. Kalo tidak cukup sains, yo dipeksoke ra popo. Dzorurot.

Kok kabel bisa menghantarkan listrik ya?

Pernahkah kita membayangkan jika tidak ada listrik selama tiga hari saja? Apa yang akan terjadi? Lha wong tiga jam aja banyak yang marah-marah. Pemerintah dzolim lah, PLN ga becus lah, suami belum bayar listrik lah, ataupun lah-lah yang lainnya. Atau malah bersyukur karena kerjaan kosong sementara. Biasanya yang terakhir ini pegawai.

Kali ini saya tidak akan membahas pemerintah, PLN, keuangan di dunia rumah tangga atau pegawai yang bisa nyantai saat mati listrik. Tapi yang akan saya bahas masih berhubungan dengan listrik, yaitu kabel. Penting ga sih kabel ini? Penting banget. Lha PLN bisa membagi listrik ke daerah-daerah hinga ke rumah kita ya pake kabel, bukan pake wifi, apalagi pake santet. Kalaupun kabelnya rusak, masih bisa digunakan untuk jemuran baju kita.
Babi ngepet zaman old diawasi pake lilin, babi ngepet zaman now diawasi pake GPS karena sudah ada listrik dan kuota internet
Sumber: dokumen pribadi