Bom, berbahaya? Lha nuklir saja tidak berbahaya. Yang berbahaya itu orangnya


Sudah lama nian saya tidak nulis. Uteke lagi buntu.  Tapi kali ini saya tergelitik dengan isu yang sedang panas-panasnya di bumi Indonesia. Negara yang seharusnya damai. Tetapi, gara-gara orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan entah gimana pola pikirnya, edan dan ngebomi orang, Indonesia menjadi berduka. Saya miris atas itu semua dan jijik atas tindakan keji yang dilakukan para teroris itu. Tapi saya yakin, Indonesia jauh jauh lebih kuat. Tidak akan terkoyak dan terpecah belah oleh kasus ini.

Pokoke... Long live my family... Long live my country... (keliatan banget yang nulis kamtis family).

Ok. Biar tetap sinergi dengan visi misi blog ini. Saya perlu melihatnya dari sudut pandang sains. Kalo tidak cukup sains, yo dipeksoke ra popo. Dzorurot.

Kok kabel bisa menghantarkan listrik ya?

Pernahkah kita membayangkan jika tidak ada listrik selama tiga hari saja? Apa yang akan terjadi? Lha wong tiga jam aja banyak yang marah-marah. Pemerintah dzolim lah, PLN ga becus lah, suami belum bayar listrik lah, ataupun lah-lah yang lainnya. Atau malah bersyukur karena kerjaan kosong sementara. Biasanya yang terakhir ini pegawai.

Kali ini saya tidak akan membahas pemerintah, PLN, keuangan di dunia rumah tangga atau pegawai yang bisa nyantai saat mati listrik. Tapi yang akan saya bahas masih berhubungan dengan listrik, yaitu kabel. Penting ga sih kabel ini? Penting banget. Lha PLN bisa membagi listrik ke daerah-daerah hinga ke rumah kita ya pake kabel, bukan pake wifi, apalagi pake santet. Kalaupun kabelnya rusak, masih bisa digunakan untuk jemuran baju kita.
Babi ngepet zaman old diawasi pake lilin, babi ngepet zaman now diawasi pake GPS karena sudah ada listrik dan kuota internet
Sumber: dokumen pribadi

Garam dan nanas

Seperti yang sudah saya janjikan pada tulisan sebelumnya, Nanas yang menggigit, kali ini saya akan membahas tentang garam dan nanas. Mengapa setelah dipotong, nanas akan ditaburi dengan garam? Apakah garam akan menambahkan luka pada nanas yang telah terpotong? Adakah hubungannya dengan enzim bromealin? Yuk kita simak penjelasan berikut ini.
Setelah motong nanas, biasanya akan ditaburi atau bahkan diolesi dengan garam. Kira-kira kenapa ya?

Nanas yang menggigit

If you eat pineapple, it will eat you back
“Jika kamu makan nanas, maka nanas itu akan makan kamu”

Mungkin itu yang kita rasakan saat makan nanas. Dengan warnanya yang khas, kuning menyala, nanas memang begitu menggoda untuk kita makan. Tapi sialnya, nanas akan langsung balas dendam setelah kita makan. Lidah kita rasanya seperti tidak nyaman. Nanas sepertinya menggigit lidah kita. Tapi, sebenarnya apa sih yang terjadi?
 Nanas, mengapa kamu menggigit lidahku saat ku makan? Apa salahku?