Kuntul yang terkintil-kintil dengan Tukang mBajak sawah? Apakah benar?

Saya tinggal di daerah pedesaan. Tepatnya di daerah Seyegan, Sleman. Entah mengapa saya selalu mensyukuri hal ini. Selain udaranya sejuk dan segar, di daerah desa dipenuhi dengan pemandangan yang indah yang tidak saya temukan di kota. Saya bangga jadi orang desa. Hehehe...

Salah jika ada orang yang menganggap orang desa tidak berpendidikan. Ada banyak ilmu pengetahuan yang bisa kita peroleh secara langsung saat Anda tinggal di desa. Sumber belajar kan tidak hanya buku. Sumber belajar belajar yang hebat ya alam ini.

Walah... kesuwen. To the point. Saya yakin Anda sudah baca judul yang saya tulis. Pastikan Anda hati-hati dalam membaca judul tersebut agar tidak keceplosan.

Jika pagi dan selo (selo dalam bahasa Indonesia berarti luang), saya sempatkan untuk jalan-jalan ke sawah. Cuci mata. Tentunya dengan istri tercinta. Wkwkwkw...

Selalu, jika ada yang sedang membajak sawah, maka akan ada banyak kuntul yang mengelilinginya. Awalnya saya heran. Kenapa hal ini terjadi. Kami pun berdiskusi. Kok bisa ya. Setelah pikar pikir... akhirnya kami punya kesimpulan sementara. 
 Kuntul selalu mengikuti dan mengawasi pembajakan yang terjadi. 
sumber gambar: koleksi pribadi

Yang pasti, kuntul tidak tergila-gila dengan suara gemuruh mesin bajak sawah. Kuntul juga tidak terkintil-kintil dengan Pak Tani yang mbajak sawah.

Saat sawah dibajak, maka tanah yang pun diaduk sedemikian rupa. Saat hal ini terjadi, maka akan ada banyak makanan kuntul seperti cacing yang berada di dalam tanah muncul ke permukaan. Wah, rejeki nomplok bagi kuntul. Mereka tidak perlu mencari-cari lagi hingga korek-korek tanah untuk mendapatkan makanan secara gratis. Pak Tani membantu kuntul mendapatkan rejekinya.

Simbiosis komensalisme ini dengan mudah kita temui jika kita tinggal di desa. Bahkan menurut saya ini bukan lagi simbiosis komensalisme, tapi mutualisme. Saling menguntungkan. Keberadaan kuntul di sawah, selain sebagai keindahan karya Tuhan, juga memberikan manfaat lainnya. 
Jika kuntul terkintil-kintil sama proses pembajakan sawah, sosok yang ini ngintilan kemanapun ku pergi. hihihi....
sumber gambar: koleksi pribadi

Sumpahlah... gusti Allah keren tenan. Tidak ada makhluk yang dibiarkan-Nya kelaparan. Kombinasi kuntul, sawah, Pak Tani, udara segar, dan tentunya sosok cantik yang menemani, menyempurnakan pagiku.cie cie... Jomblo mana paham.

G+

0 komentar:

Posting Komentar