Apakah persamaan manisan dan Zamhari? sama-sama awet karena manis

Banyak yang bilang kalau saya awet muda. Bahkan banyak yang menganggap saya masih cocok dan layak untuk menjadi siswa SMA (selain muda, konon katanya ganteng dan imut). Sebenarnya ini merupakan hinaan ataukah pujian basa basi? Setelah saya melakukan riset sederhana (tentulah riset ini saya lakukan untuk mendukung hipotesis saya, hahaha.....), ternyata ini nyata adanya. Kok bisa ya? Hal ini terjadi karena saya manis.

Kok bisa yang manis itu awet? Buktinya manisan. Kok manisan bisa awet? Hemm.... Pertanyaan inilah yang akan kita bahas pada tulisan kali ini. (Baiklah, tulisan pembuka yang dengan jujur mengatakan bahwa saya awet muda bisa Anda abaikan).

Sejak zaman dahulu hingga sekarang, orang-orang bisa mengawetkan makanan (biasanya buah) dengan menambahkan gula dalam jumlah yang banyak. Hasilnya biasanya disebut manisan. Cara ini adalah cara alami yang aman dan tidak berbahaya sekaligus meningkatkan kualitas makanan (kecuali jika Anda menderita penyakit diabetes mellitus). Gula yang ditambahkan bisa menyerap air dikarenakan gula memiliki efek osmotik sehingga buah-buahan menjadi awet.
Terlalu manis, untuk dilupakan... kenangan yang indah bersamamu

Hemm... terus apa hubungannya air dengan keawetan makanan?

Air adalah kebutuhan utama bagi sel mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang. Jika buah ditambahi dengan gula dalam jumlah banyak, maka sel mikroorganisme yang berada dalam buah tersebut akan mengalami dehidarsi (kehilangan banyak air) karena air yang berada di dalam sel mikroorganisme tersebut akan diserap oleh gula. Alhasil, sel mikroorganisme tersebut akan mati. Nah, hal inilah yang menyebabkan pembusukan pada buah tidak akan terjadi.

Selain dengan cara penambahan gula untuk mengawetkan makanan, orang-orang bisa melakukan dengan penambahan garam, pengeringan atau pengasapan agar menghilangkan air di dalam makanan. Kalau sekarang bisa lebih praktis. Dengan bantuan kulkas, makanan bisa lebih awet. Terus apa hubungannya kulkas, air, dan pengawetan? Bagian ini akan kita bahas pada artikel berikutnya (entah kapan bisa ditulis).

Jadi apakah persamaan manisan dan Zamhari yang sama-sama awet karena manis itu benar? Anggap saja iya. Selain itu, keduanya sama-sama awet dan manisnya alami. Tanpa bahan pengawet dan pemanis.


Peringatan: jika setelah membaca tulisan ini anda menjadi jengkel dan marah, maka wudlu dan sholatlah. Insyaallah anda menjadi adem dan terhindar dari godaan setan.

G+

0 komentar:

Posting Komentar