Waktu


Waktu berlalu tanpa pernah menunggu
Gunakan dia dengan bijaksana
Waktu yang hilang takkan pernah terulang
Janganlah terbuang sia-sia


Sepenggal lagu dari Endank Soekamti itu menemaniku di penghujung 2019. Banyak hal yang perlu dievaluasi dalam perjalanan hidupku di tahun ini. Uaakkeeeh tenan. Bagaimana dengan kalian? Tapi kali ini saya tidak akan membahas evaluasi tahun 2019. Saya lebih tertarik dan mengajak kalian untuk berpikir bersama tentang apa itu waktu.


Waktu saya bersama istri saya di Magelang dengan anak kecil, sebut saja Amar, berlarian. Foto ini diambil oleh Laila yang akan resign bebarangen dengan Hendris dari International Office akhir tahun ini. Waktu itu berlalu sangat cepat. Time flies so fast. Ga kerasa. Padahal seperti baru kemarin masih kerja bareng.


Waktu itu nyata dan mengiringi kehidupan kita. Einstein mengatakannya sebagai dimensi ke-empat yang melengkapi tiga dimensi geometri. Tapi ternyata masih sangat abstrak. Atau jangan-jangan memang abstrak?

Apa sih sebenarnya waktu? Apakah hitungan jam, menit, ataukah detik? Saya rasa bukan. Jam, menit, detik, hari, bulan, tahun hingga abad hanyalah satuan waktu yang disepakati. Wah, ternyata rumit juga ya membahas tentang waktu. 

Waktu yang sering diistilahkan dengan masa biasanya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu masa lalu (past), sekarang (present), dan masa depan (future). Tapi hal ini pun tidak mendefinisikan hakikat waktu itu sendiri. Dan pembagian itupun tidak menjadikan waktu rela bergerak mundur. Waktu hanya bisa bergerak maju dan tak terbendung. 

Waktu banyak disebutkan bahkan dijadikan sumpah (Qosam) dalam kitab suci Al Qur`an dalam bentuk yang berbeda-beda, seperti demi masa (Wal 'Ashri), demi waktu malam (wal Laili), demi waktu saat matahari naik (Wadzuhaa), dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal ini dikarenakan pentingnya menjaga dan memanfaatkan waktu dengan baik. 

Hingga tulisan ini diangkat, menurut penulis, waktu adalah hal yang sulit didefinisikan tapi keberadaannya nyata. Pokoknya waktu itu ada dan mengiringi kita. Kita tidah dapat dipisahkan dengan waktu. Meskipun begitu, banyak petuah dan peringatan tentang penggunaan dan pemanfaatan waktu. 

Kita tidak tahu seberapa lama waktu yang diberikan oleh Tuhan. Alhamdulillah, kita masih diberikan waktu hingga akhir 2019. Tapi adakah yang bisa memastikan bahwa kita bisa memasuki tahun 2020? Tidak ada. Kita hanya bisa berdoa agar kita diberikan usia yang panjang dan berkah. Usia yang bisa bermanfaat bagi kita dan sekitarnya. Dan mudah-mudahan waktu akhir kita ditutup dengan kebaikan atau khusnul khootimah. aamiin.

Akhir kata, sampai jumpa tahun depan. Good luck for tomorrow. 


credit: International Office UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


2 comments

  1. Update terus, renyah tulisannya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap. gorengnya pake minyak baru... renyah menyehatkan

      Delete