Jamu ini tidak mengandung bahan kimia. Yakin?

Pernyataan ini sering muncul saat beberapa penjual atau perusahaan jamu menawarkan produk mereka kepada pembeli. Tidak hanya jamu tetapi juga yang lainnya, seperti produk kosmetik, makanan hingga minuman.

Ya namanya penjual, sah-sah saja menawarkan dagangannya kepada pembeli dengan caranya. Tapi hal ini aneh. Kok bisa? Iyalah. Bahan-bahan yang ada di sekitar kita pastilah bahan kimia.

Banyak orang masih takut dengan istilah “kimia”. Pokoknya kalo kimia berbahaya. Kan ya tidak juga.  Saya pun sering berjumpa dengan orang-orang yang menanyakan bidang saya dan setelah saya jawab kimia, mereka langsung beranggapan bahwa saya bisa membuat bom atau bahan-bahan kimia berbahaya. Opo hubungane lho? Memang sih, selain dianggap pinter dan ganteng, orang yang bergelut dalam bidang kimia juga dianggap berbahaya.  

Memang ada bahan kimia yang berbahaya bagi kehidupan kita, seperti boraks, formalin, zat pewarna berbahaya, dan bahkan merkuri di kosmetik. Tapi bahan kimia yang tidak berbahaya jauh lebih banyak.
Semua penjual jamu di dunia ini, mulai dari Jawa hingga Amerika, semuanya menggunakan bahan kimia. Lha wong mereka semua jualan bahan kimia.
sumber gambar: cdn.idntimes.com
 
Lalu apa itu kimia? Kimia adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan materi. Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa [1]. Tuh kan... jadi segala sesuatu yang memenuhi syarat sebagai materi, maka mengandung bahan kimia. 

Bahan kimia ada di sekitar kita bahkan tubuh kita tersusun dari banyak jenis bahan kimia. Jika penjual jamu menyatakan bahwa jamunya tidak mengandung bahan kimia, berarti dia tidak menjual apa-apa dong. Lha wong air kan juga bahan kimia yang tersusun dari satu atom oksigen dan dua atom hidrogen (baca: air dan api, musuh atau sahabat). Terlebih produk jamunya. Udara yang kita hirup juga bahan kimia, oksigen. Ludah kita mengandung enzim amilase yang pastinya juga bahan kimia. Dan masih banyak lagi bahan kimia yang bermanfaat dalam kehidupan kita.

Jadi janganlah takut dengan bahan kimia. Harusnya iklan “tidak mengandung bahan kimia” diganti dengan “tidak mengandung bahan kimia berbahaya”.

Jangan kimia yang dikambinghitamkan, karena kambing hitam juga tersusun dari bahan kimia.

[1] Brady JE, Pudjaat AH. Kimia universitas: asas dan struktur. Penerbit Erlangga; 1994.

0 komentar:

Posting Komentar