Sifat air yang lupa kita syukuri (bagian 2)

Gimana man teman? Masih hujan kah di tempatmu? Yuk lanjutkan pembahasan tentang sifat-sifat air yang seringkali lupa kita syukuri. Setelah kita ketahui beberapa sifat unik air dalam postingan sebelumnya (baca: sifat air yang lupa kita syukuri bagian 1) . Maka kali ini saya mau melanjutkan pembahasannya. Ok... cuss... 

4. Transparan
Hemm... Mungkin banyak dari kita yang menganggap bahwa ini adalah sifat yang lumrah dan tidak perlu untuk dibahas. Bahkan dari kita menganggap itu bukanlah sesuatu yang unik. Ok! Coba kita bayangkan jika air yang ada di sekitaran kita tidak transparan. Kita tidak akan bisa menikmati pemandangan bawah sungai atau laut. Dan lagi, tidak akan ada kehidupan di bawah air dikarenakan cahaya matahari tidak dapat menembus ke dalam air. 
Meskipun nampak sederhana, sifat transparan air memungkinkan terjadinya kehidupan di bawah laut dan kita dapat menikmatinya.
Sumber: trivia.id
Apa yang terjadi jika tidak ada cahaya matahari? Tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis. Jika hal ini terjadi, maka tidak akan ada makanan. Dan matilah kehidupan di bawah air. Kita tidak dapat menyantap ikan yang segar. Hemmm... Bu Susy Pujiastuti juga pasti akan sangat marah... ledakkan!
Maka dari itu, jagalah sungai, laut, dan mungkin selokan. Janganlah buang sampah dan limbah ke sungai. Karena hal itu pastilah akan merusak kehidupan di dalam air.  

5. Panas penguapan
Mungkin pada bagian ini kita perlu berpikir agak keras. Kwkwk... Panas penguapan adalah panas yang dibutuhkan untuk merubah zat cair menjadi uap. Air adalah zat cair yang memiliki panas penguapan paling tinggi. Air menguap pada suhu 100oC pada tekanan 1 atm. Hal ini lebih tinggi dibandingkan zat cair lainnya, misalnya alkohol yang mendidih pada suhu 75oC pada tekanan 1 atm.  
Air akan berubah menjadi uap air pada suhu yang tinggi, 100oC pada tekanan 1 atm. Boros gas ga sih kalo masak air tiap hari?

Panas penguapan yang tinggi inilah menjadikan air bertindak sebagai penentu transfer panas antara atmosfer dan badan air. Dan sifat ini memungkinkan kita memiliki air dalam bentuk cair yang melimpah dalam kehidupan sehari-hari.
Coba bayangkan jika panas penguapan air lebih rendah! Wah wah... bisa jadi saat musim kemarau air akan lebih cepat menguap dan kita akan memiliki lebih sedikit cadangan air... haus haus...

6. Kapasitas kalor tinggi
Mungkin tulisan tersebut biarlah menjadi judul. Daripada pusing. Hehehe...
Intinya seperti ini, bumi adalah tempat yang paling nyaman untuk ditinggali. Emang pernah tinggal di planet lain? Salah satu penyebabnya adalah suhu di bumi yang cocok untuk berlangsungnya kehidupan. Tidak terdapat suhu yang sangat mencolok antara siang dan malam. Coba bandingkan dengan planet merkurius yang siangnya mencapai 425oC dan malamnya -185oC. Huuu... mau jadi apa kita kalo tinggal di sana. Ok... jika merkurius dianggap jauh. Kita lihat planet tetangga kita, Mars. Di planet tersebut, siangnya mungkin hanya 20oC, tetapi malamnya mencapai 90oC. Mencolok kan?
 
Hidup di bumi yang nyaman dengan air yang melimpah. Masihkah kita tidak bersyukur?
Sumber: dokumen pribadi
 
Kenapa hal ini bisa terjadi? Hal ini dikarenakan melimpahnya air di bumi. 70% permukaan bumi adalah air. Kapasitas kalor tinggi yang dimiliki air inilah yang memungkinkan dapat menjaga kestabilan suhu di permukaan bumi. Dan sifat ini pula lah yang menjaga kestabilan suhu kita saat berolahraga dengan keluarnya keringat. Jika tidak ada keringat, entahlah berapa suhu tubuh kita saat berolahraga. Dan 80% tubuh kita tersusun dari air. Sehingga kestabilan suhu tubuh kita terjaga dengan baik.

Gimana? Masih tidak bersyukur akan keberadaan air? Hadeehh...
Sehingga tidak salah jika dalam Al Qur`an, Allah berulang kali berfirman tentang pentingnya air, misalnya dalam surat Al Baqarah ayat 164 dimana Allah menghidupkan bumi (dan tentunya kehidupan di dalamnya) sesudah matinya dengan air.


Nikmat Allah manalagi yang kita dustakan?


Sumber:
Neil Ardley et al., 1999, Infinity’s Encyclopaedia of Science, New Delhi: Infinity’s book.
http://www.infoastronomy.org/ 



0 komentar:

Posting Komentar