Hujan, antara kenangan dan genangan

Hujan, anugerah ataukah musibah? Tergantung dari mana kita melihat. Hujan yang sebenarnya anugerah bisa tiba-tiba menjadi musibah jika terjadi berlarut-larut, menyebabkan banjir, tidak keringnya jemuran, dan satu lagi, mahal dan panjangnya antrian jasa laundry. Musibah ini bertambah kali lipat bagi yang jomblo. Ngenes...

Jamu ini tidak mengandung bahan kimia. Yakin?

Pernyataan ini sering muncul saat beberapa penjual atau perusahaan jamu menawarkan produk mereka kepada pembeli. Tidak hanya jamu tetapi juga yang lainnya, seperti produk kosmetik, makanan hingga minuman.

Ya namanya penjual, sah-sah saja menawarkan dagangannya kepada pembeli dengan caranya. Tapi hal ini aneh. Kok bisa? Iyalah. Bahan-bahan yang ada di sekitar kita pastilah bahan kimia.

Banyak orang masih takut dengan istilah “kimia”. Pokoknya kalo kimia berbahaya. Kan ya tidak juga.  Saya pun sering berjumpa dengan orang-orang yang menanyakan bidang saya dan setelah saya jawab kimia, mereka langsung beranggapan bahwa saya bisa membuat bom atau bahan-bahan kimia berbahaya. Opo hubungane lho? Memang sih, selain dianggap pinter dan ganteng, orang yang bergelut dalam bidang kimia juga dianggap berbahaya.  

Memang ada bahan kimia yang berbahaya bagi kehidupan kita, seperti boraks, formalin, zat pewarna berbahaya, dan bahkan merkuri di kosmetik. Tapi bahan kimia yang tidak berbahaya jauh lebih banyak.
Semua penjual jamu di dunia ini, mulai dari Jawa hingga Amerika, semuanya menggunakan bahan kimia. Lha wong mereka semua jualan bahan kimia.
sumber gambar: cdn.idntimes.com

Tips membuat tulisan ilmiah: banyak jalan menuju Malioboro

Mungkin tulisan kali ini tidak membahas tentang sains dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-hari. Ga apa-apa ya! Sekali-kali. Hehehe....

Kali ini saya akan memaparkan tentang penulisan academic writing atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan tulisan ilmiah, misalnya artikel jurnal, skripsi, prosiding, atau bahkan laporan praktikum. Agak bikin pusing sih. Tapi tak apalah. Namanya juga sekali-kali.

Tulisan ini adalah interpretasi atas apa yang saya pahami. Hehe... kalo beda ya wajar.
Dalam tulisan-tulisan ilmiah biasanya tersusun dari beberapa bagian [1], yaitu:
  1. Judul
  2. Nama penulis
  3. Abstrak
  4. Kata kunci
  5. Pendahuluan
  1. Metode
  2. Hasil
  3. Diskusi
  4. Acknowledgements (Ucapan terima kasih)
  5. Referensi
Kalo dibahas semua tulisan ini bakal panjang dan marakke mumet, maka hanya bagian pendahuluan, metode, hasil, dan diskusi saja yang saya bahas. Biasanya bagian ini yang campur aduk dan ga’ jelas satu sama lain.

Untuk memudahkan, maka saya tentukan bahwa penelitian ini adalah terkait perjalanan menuju Malioboro. Jadi tujuannya singgah di Malioboro. Hehe...
Malioboro adalah salah satu tujuan yang wajib dikunjungi di Jogjakarta. Bagaimana caranya ke sana? kita adakan penelitiannya yuk.
credit pict: pamitrantours.com